
Mankopas. Kamis, 9 Januari 2025 enam orang, Kamad, Wakakur, Wakahumas, guru pembina dan dua belas siswa kelas olahraga studi tiru ke SMANOR Sidoarjo, sekolah tingkat SLTA yang memfokuskan diri pada olah raga. Tiba pukul 8.50 disambut oleh Waka Kesiswaan dan Wakakurikukun SMANOR Sidoarjo, Bapak Pujianto dan Bapak Sutoyo.
Didapuk sambutan pertama, Kepala Mankopas, Dr. Achm. Barik Marzuq, M.Pd menyampaikan terima kasih kepada SMANOR yang telah menerima silaturrahmi Mankopas. Tujuan silaturrahmi untuk belajar, saling tukar informasi, menambah wawasan, ingin mengembangkan olah raga di Mankopas dengan menampung siswa yang minat di bidang olahraga. Disamping itu ingin belajar bagaimana meramu standard akademik dan olah raga sama-sama berjalan dengan baik serta menambah motivasi bagi siswa.
Selanjutnya Wakasiswaan, Bapak Pujianto, memaparkan profil SMANOR Sidoarjo. SMANOR Sidoarjo didirikan tahun 2000 dalam rangka mempersiapkan PON JATIM 2000. Sejak didirikan SMANOR adalah sekolah gratis, milik Pemerintah Pusat kemudian diserahkan sepenuhnya pengelolaannya dan pembiayaannya kepada APBD Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Bangunan yang sangat luas hanya menampung 221 siswa-siswi, 19 guru dan tiap kelasnya terdiri 21-22 siswa, itupun kelas tidak selalu penuh karena ada yang mengikuti TC (Trainign Center) berbulan-bulan, mengikuti lomba dan sebagainya. Ada 15 cabang olah raga yang menjadi pilihan siswa, yaitu Atletik, Judo, Gulat, Karate, Renang, Selam, Pencak silat, Sepak Takraw, Panjat Tebing, Voli Pantai, Tennis Lapangan, Tennis Meja, Sepatu Roda, Anggar dan Taekwondo. Siswa yang mendaftar adalah siswa berprestasi minimal di tingkat kota/kabupaten, mereka adalah siswa yang sudah jadi atlet sehingga sesuai slogannya ‘SMANOR adalah Sekolah Para Juara.
Sementara Wakakurikulum SMANOR Sidoarjo, Bapak Sutoyo, menyampaikan kurikulum yang berlaku seperti kurikulum pada sekolah pada umumnya mengikuti ketentuan Pemerintah cuman flexible disesuaikan dengan kebutuhan. Ada sinkronisasi perlakuan yang baik dari guru mapel dan pelatih terhadap siswa sehingga siswa tidak ada yang dirugikan. Kegiatan siswa dipagi hari kegiatan latihan sampai pada pukul 7.15, mandi sarapan dan masuk sekolah pukul 08.00 – 12.00. Setelah pulang siswa bisa menambah porsi latihan untuk mengasah skill tertentu yang belum dikuasai dilanjut kegiatan latihan pukul 15.00 selesai. SMANOR sudah menjadi aura olah raga maka siswa tidak perlu disuruh pelatih untuk latihan akan tetapi mereka berlatih dengan tanggung jawab. “Sesuatu yang biasa belum tentu baik tetapi sesuatu yang baik harus dibiasakan”._sm.


Beri Komentar